Chat with us, powered by LiveChat

Pangeran William Magang di Tiga Badan Intelijen Inggris

Pangeran William menghabiskan tiga pekan terakhir untuk penempatan magang di tiga badan intelijen utama Inggris; MI6 (intelijen asing), MI5 (intelijen dan keamanan domestik) serta GCHQ (badan sandi negara).

“MI5, MI6, dan GCHQ penuh dengan orang-orang dari latar belakang sehari-hari yang melakukan pekerjaan paling luar biasa untuk membuat kita tetap aman”, kata Pangeran William seperti dikutip dari BBC, Minggu (7/4).

Selama tiga pekan terakhir, pewaris takhta kedua dalam monarki Britania Raya itu belajar tentang risiko terhadap keamanan dan ekonomi nasional Inggris. Dia juga mengamati tim kontra-terorisme yang menganalisis intelijen dan melakukan penyelidikan.

Kerja magang sang pangeran berakhir pada Sabtu 6 April kemarin.

“Menghabiskan waktu di dalam badan keamanan dan intelijen kami, memahami lebih banyak tentang kontribusi vital yang mereka buat untuk keamanan nasional kami, adalah pengalaman yang benar-benar merendah,” kata Pangeran William.

Staf di badan keamanan dan intelijen “bekerja secara rahasia, seringkali bahkan tidak dapat memberi tahu keluarga dan teman-teman mereka tentang pekerjaan yang mereka lakukan atau tekanan yang mereka hadapi”, lanjutnya.

Pangeran William menambahkan: “Kita semua berterima kasih kepada mereka atas kerja keras dan berbahaya yang mereka lakukan.”

Kerja magang Pangeran William terjadi setelah Ratu merayakan ulang tahun keseratus GCHQ awal tahun ini dengan kunjungan ke eks-pangkalan rahasia badan itu, Watergate House di London.

Kepala operasi kontra-terorisme di GCHQ, yang anonim, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “William bekerja sangat keras untuk menanamkan dirinya di tim dan dengan nyaman menempatkan dirinya di antara beberapa analis dan operator yang sangat terampil.”

“Yang Mulia mengajukan beberapa pertanyaan menyelidik dan menunjukkan pemahaman nyata tentang misi kami.”

Ancaman terhadap Inggris dari terorisme internasional saat ini digolongkan sangat parah, yang berarti serangan teror “sangat mungkin”, BBC melaporkan.

Kepala MI6 memperingatkan pada bulan Februari kelompok ISIS sedang mempersiapkan serangan lebih lanjut, meskipun mereka mengalami kekalahan teritorial di Suriah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *